Do what you like and do it honestly

Jul 31, 2013

ROTI DAN SUSU ADALAH ANUGRAH ILAHI

Boleh dibilang aku ini kampungan. Aku benci sekali roti, apalagi susu. Jikalau, aku bisa keluar rumah dan meneriaki abang tukang ketoprak yang tiap pagi mondar mandir, pasti lidah sudah berdecak kagum bahagia.

Mendadak aku berhenti berkhayal dan ingin menendang bokongku sendiri. Luar biasa konyol! Sudah terbang menjauh dari garis khatulistiwa, masih saja ku memikirkan masakan nusantara. 

Jujur! Sangat sulit tuk merubah selera lidah.

Hari ini dan seterusnya, roti ibarat makanan wajib bagiku. Resiko kelaparan bukan pilihan terbaik di negri matador.  Dan aku harus segara beradaptasi untuk suatu yang mutlak. Sehingga, aku harus terbiasa  mengunyah roti dan meneguk susu di kala mentari bersinar girang.

Sekarang, pisau di tangan kiri dan garpu di tangan kanan. Entahlah, ini benar atau salah! yang jelas ku coba olesi potongan rotiku dengan selai stroberi. Perasaan sedikit kesal, setelah gagal melahap  habis sereal bersusu cokelat.

Aku yakin ini bukan kutukan kehidupan, melainkan anugrah ilahi.  Sekarang ku baru mengerti ketika ada lidah anak manusia yang sulit beradaptasi dengan  masakan barat, tanpa nasi. Aku teringat cerita teman-temanku yang lebih dulu hidup di Eropa, “harga beras di sini selangit dan lagi pula harus ke restoran Cina  tuk membeli hidangan lengkap nasi berserta lauk pauk”.

Ketika roti dan susu mulai memenuhi perut yang kosong.  Satu hal yang telah  kupelajari yaitu rasa sukur. Dan rasa di lidah tak seburuk pikiranku sebelumnya. Energi dan nutrisi buat pagi ini,  sangat berperan penting dalam  menunjang aktivitas di kampus.



Comments
0 Comments

0 comments: