Do what you like and do it honestly

Feb 6, 2017

KENANGAN TERINDAH NONTON KONSER STARS AND RABBIT DI MALANG

Rintik hujan yang perlahan menghilang dari langit menjelang konser dimulai, membuat banyak orang yang tadinya malu-malu merapat ke panggung mulai merangkak perlahan.

8 Oktober 2016. Lembah Dieng, Malang – Jawa Timur 

Saya sontak lepas jas hujan dan pidah duduk ke depan panggung.  Elda Suryani dan Adi Widodo berdiri tepat  di depan penonton.

Stars and Rabbit bagaikan sepasang kelinci yang bersenandung di bawah kerlap-kerlip bintang kecil angkasa.

Duo folk asal Yogyakarta adalah karunia bagi penikmat musik dalam dan luar negri. Kenapa tidak? Melodinya bagus, liriknya berbahasa Inggris  dan menyentuh  hati ketika kita mendengarkannya.

Sebelum terbang ke Inggris dan Wales, Stars and Rabbit sempat menyelenggarakan konser di Malang.

Elda sempat mengenang kisah manggung pertamanya di kota bunga, dan antusias penggemar yang sangat luar biasa hingga sekarang.

Selama empat puluh lima menit, Stars and Rabbit terus beraksi menghibur penonton dengan gaya yang khas. Suara Elda  menggemaskan sekaligus berkarakter kuat. Selain itu, Ia mahir memainkan pianika, xylophone dan tamborin.  Dalam  konser kali ini mereka  tampil dalam format band.

Stars and Rabbit  tampil dengan penuh semangat yang  luar biasa. Tiga musisi tambahan, yaitu Alam Segara (Pembetot Bass), Andi Irfanto (Penggebuk Drum)   dan Vicky Unggul  (Pemencet Keyboard).

Ini konser yang cukup emosional buat saya, karena mereka adalah idola indie yang pertama saya tonton secara langsung dan gratis. Elda, Adi dan kawan-kawan tampil dengan gemilang. Tampaknya mereka merasakan cipratan aliran energi positif dari para pengaggum rahasianya – penuh cinta.

Tatanan cahaya panggung yang keren juga berhasil membuat konser yang disuguhkan lebih bergairah.

Saya terhipnotis dan ikut bernyayi ketika lagu bertajuk “The House” berkumandang di udara. Kenapa? Karena ribuan kali telah saya tonton dan dengarkan dengan seksama melalui saluran Youtube.  Tepuk tangan pun bergemuruh bersama dengan lengkingan suara Elda yang mendayu-dayu.  Saya terpesona dengan alunan musiknya.

The House  yang makin bertenaga dengan tambahan nyawa gebukan drum elektrik. Sejujurnya, saya lupa dengan urutan lagu yang di bawa selama konser.

Hampir 300 penonton memadati Lembah Dieng dan bersuka ria menikmati aksi band tersebut.

Pukul sebelas malam konser pun berakhir.

Senyum sumringah menyisa di muka dan ingatan sentosa mengiringi kepulangan setiap orang ke rumah. Melelahkan untuk sesuatu yang positif jelas kemujuran yang indah.

Walaupun jalan menuju panggung becek, itu tidak menurunkan hasrat penggemar band asal Yogyakarta ini untuk tetap datang dan melihat secara langsung.

Semangat Stars and Rabbit !!!

Comments
0 Comments

0 comments: