Do what you like and do it honestly

Aug 23, 2017

AWAS! DILARANG TELANJANG BULAT DI SUMBER JENON

Kondisi jalan mulus beraspal, sehingga tidak membuat saya merasakan letih, ketika mengendarai sepeda motor.

Sepanjang perjalanan pun mata saya dimanjakan oleh perkebunan tebu, langit yang cerah dan pemandangan desa yang harmonis.

Setibanya di area parkir motor, saya langsung bergegas menuju ke kamar kecil, sambil menuruni anak tangga terlebih dahulu.

Pohon besar yang rimbun melindungi pengunjung dari sengatan sinar matahari sehingga saya tak perlu khawatir kulit terbakar matahari ketika berenang.

Perlahan saya membuka pakaian, sambil melirik kanan-kiri ; “Ah sudahlah, kapan lagi bisa begini? Ga ada orang yang kenal lagi.”

Saya menghitung dalam hati, “Satu…dua…tiga!” dan saya pun berlari kencang (mungkin 700 km per jam saking takutnya) ke Sumber Jenon lalu langsung membenamkan tubuh dan kepala saya ke dalam air. 

Byuuur!

Di bawah birunya mata air, puluhan ikan sengkaring sibuk berenang kesana kemari. Seperti yang telah diketahui, mata air ini memiliki kedalaman maksimal 4 meter. 

Sumber Jenon berbentuk kolam ini sangat jernih bagaikan cermin, sehingga saya dapat melihat bebatuan, akar pohon raksasa dan pasir lembut kehitaman. 



Beberapa waktu kemudian, saya bergegas naik ke permukaan tanah. Dengan jantung yang rasanya mau copot karena gugup, saya pun langsung berlindung di balik pohon yang sudah berusia puluhan tahun.

Sebagai seorang lelaki berjiwa ketimuran yang dipenuhi oleh norma-norma kehidupan, berenang telanjang di tempat umum memang tidak pernah terlintas di benak saya.


Comments
0 Comments

0 comments: