Do what you like and do it honestly

24 Mar 2014

MENEMUKAN APA YANG SEHARUSNYA DITEMUKAN

Malam dingin di bawah sinar rembulan
Bintang wara-wiri menari
Semua itu, terlihat jeas di kedua bola mata coklatmu

Andai saja  kau tahu apa yag kupikirkan
Andai saja  kau tahu apa yang kuinginkan
Andai saja takdir mempertemukan tulang rusukku yang hilang
Andai saja...

Hanya satu pintaku, tuhan
Sandingkan kita di surga dunia

Kisah kasih teruntai dalam doa sepertiga malam
....Selamanya
19:04 Posted by kharis alimoerdhoni arief 0

20 Mar 2014

KEBEBASAN MUTLAK

Aku kini berjalan
Melangkah diantara pephonan pinus yang membeku
Tak lagi harus diracuni peradaban kotor
Seekor elang menerawangi mata batinku
Aku ingin hidup
Lakukan yang harus kau lakukan
Ada kesenangan di dalam sanubariku
Ada keceriaan di hempasan ombak yang riuh
Ada masyarakat yang tidak saling menganggu
Dan ada musik kesedihan di balik letusan gunung api
Aku mencintai manusia
Tapi alam bagiku segalanya



00:06 Posted by kharis alimoerdhoni arief 0

19 Feb 2014

I CAN'T LOOK YOUR HEART FROM SPACE

Now
Decide your future
What do you want to be?
Do you want what I want too?
Baby you’re flying to high

Nobody know
I don’t speak
And I don’t listen
Well it’s my talent
I don’t know why

Find a Job, Find an Angel, and Find a Home
I wait your idea
Show me how to see your heart

I can’t see sunrise
Baby, show me where to go
Some things, I don't want to know
Baby, tell me if you're sure
I love you in the morning
But now I know

There is a place in the heart that will never be filled
A Space
We will know it more than ever
There is a place in the heart that will never be filled and we will wait and wait in the space
It’s never to late (never to late never)

Can I waste all your time forever?
Can I walk beside you all the time?
I like the way of your thinking

All I want to see
All I want to know
Only your heart, baby


 
04:44 Posted by kharis alimoerdhoni arief 0

5 Oct 2013

DEMI SAHABAT SEHATI

KENAPA KITA MENDADAK PELESIRAN? Hanya ingin melihat seseuatu yang baru, belajar bersama orang asing, lari dari rutintas yang menjemukan atau ingin terkenal.  Semua itu, hanya dirimu yang tahu jawabannya.

Dunia terasa datar, ketika kita semua terhubung dengan sanak saudara di situs jejaring sosial. Ada jutaan musafir  yang menjauh dari rumah, hanya berbekal tas seukuran gajah dan mungkin pergi tanpa restu orang tua.

Era baru, Ayah-Ibu dapat lebih mudah memantau anak manjanya selama 365 hari kedepan, melalui dunia maya. Hampir tiap detik, berita terbaru dari belahan dunia lain tergambar melalui jepretan apik serta dilengkapi dengan uraian kata-kata indah.

Kehidupan semakin canggih. Pastinya,  mempermudah para musafir. Dimulai dengan bertaburnya maskapai harga murah, kereta dengan kecepatan suara, hingga dapat menyeleksi ribuan hostel dengan satu kali klik.  Bagiku, perjalanan selalu punya arti  mendalam.

Dulu tentu tak semudah sekarang. aku  berpergian selalu di damping orang tua dan teman-teman.  Kalo di ingat-ingat, dapat dihitung dengan jari  pelesiran seorang diri dan itu hanya kawasan Jawa – Bali. Setidaknya, selalu ada seseorang yang menemani ketika tersesat di kota lain. Komunikasi jarak jauh hanya bermodal sambungan kabel telpon dan terkadang melalui surat menyurat.

Seingatku, aku mulai mencintai perjalanan ketika sudah tidak mabuk darat lagi.

Ketika balita, perjalanan pertamaku adalah Pulau Dewata. Aku terbang menjauh dari garis Khatulistiwa.  Tak banyak memori yang terekam. Mungkin hanya tangisan adikku dan hamparan pasir putih bersih di sepanjang pantai Kuta. Foto-foto jadul masih tersimpan rapi di album keluarga. 

Bisa dibilang, orang tuaku sangat rajin menyambangi saudara dari sabang sampai marauke, dan pastinya ku tak pernah absen ketinggalan pesawat.

Dua tahun lalu, aku kembali ke Denpasar hanya untuk menjemput Ida Peterson. Ia adalah sahabat karibku, kita pertama kali berjumpa di Madrid. Kami terhubung melalui Facebook, dan membuat janji tuk menghabiskan liburan bersama  di tanah air, sebelum gadis ini bertolak pulang ke Stockholm – Swedia

Aku rasa, gadis berabut pirang ini sangat perkasa. Di Australia, ia sudah hampir setahun bekerja di salah satu peternakan domba terbesar,  tentunya sambil berlibur.  Ia mengendong tas seukuran bayi gajah.  Jujur, aku tak kuat memikul semua barang bawaannya, mungkin lebih dari 80 kg. Segala kebutuhan hidupnya tersimpan rapi di sana. 

Resepsionis berkumis tebal, menduga kalo aku adalah kekasih hatinya. Tampaknya hanya satu turis asing yang menginap di sini, terangnya sambil membolak-balik buku catatan yang runyam. 

 “Kenapa ya, wanita asing berani berpergian sendiri?”  raut wajah penuh basa basi.
  
“Emang Bapak sudah kemana saja selama hidup?” langsung sontak diriku merepet dengan beberapa pertanyaan konyol.

“Ya cuma di sini aja tuturnya dengan nada ketus, bukannya Pulau Dewata tempat paling indah di muka Bumi”, lalu hanya diam jawabku.


Setelah selesai berkisah  kepada resepsionis berotot kekar, Wajah pucat pasi tak asing teriak kencang dari  kamar atas, “What’s up, dude?”. Ida menuruni anak tangga dan bergegas memeluk erat diriku. Senangnya, berjumpa teman lama.
 
Sudah genap tujuh hari dia pergi menyelam di Tulamben. Tempat menyelam ini sangat terkenal karena sangat mudah bagi pemula.  Dengan di damping penyelan professional, ia menyelam di bangkai kapal dengan kedalaman maksimum sekitar 30 meter. Penyelaman diawali dengan sambutan surgeonfish yang sangat jinak. Dan tak jarang di tengah penyelaman ditemukan segerombolan bumphead parrotfish, seekor barracuda serta berbagai siput laut yang warnanya sangat cantik. Surga bagi para fotografer makro bawah air. Kuda laut merupakan bagian dari objek foto sehari-hari.
 

Setelah panjang lebar menceritakan keindahan bawah laut pulau dewata padaku. Si gadis bermata biru ini lanjut mencontohkan percakapan singkat dengan orang tuanya, dengan nada kesal.

“Kamu serius di Bali, Indonesia…. itu tidak aman, banyak teroris dan bagaimana keselamatanmu nanti?” repet ayahnya.  Tanah air tercinta punya citra buruk di mata dunia.

....bersambung 

 
00:01 Posted by kharis alimoerdhoni arief 1