BANGKOK – Ibukota Thailand itu menempati tempat teratas dalam penerbangan terpopuler di dunia. Apakah ini dipengaruhi penerbangan sejuta umat -Air Asia?
Seperti mimpi saja rasanya bisa mengunjungi kembali negri gajah putih.
Orang Thai percaya bahwa serangga adalah bumbu kehidupan. Serangga dikonsumsi dalam bentuk telur, larva, atau dewasa, baik mentah maupun sesudah dipanggang, direbus, atau digoreng. Mereka memasaknya dengan beberbagai jenis bumbu antara lain bawang putih, daun jeruk, buah jeruk, garam, dan saos kari udang, yang dapat meningkatkan aroma dan cita rasa dari serangga. Salah satu jenis bumbu saos yang terkenal adalah Saos Nam Phala (terbuat dari campuran udang).
Hambatan yang ku temui itu justru saat mau makan sesuatu yang unik. Apa benar ada hubungan kebahagiaan dengan mengkonsumsi serangga? Kebanyakan di antara mereka mengkonsumsi serangga.
Penjual gorengan serangga bisa ditemui hampir setiap keramaian. Serangga tersebut dikonsumsi berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan istana di Bangkok.
Tepat di depan 7-eleven, ada hal unik yang di jual gerobak reot dan itu ramai dikerumuni turis mancanegara. Mereka sibuk mencoba satu persatu jenis serangga, tentunya dengan ekspresi muka yang aneh saat mengkonsumsi. Tanpa pikir panjang ku langsung membeli satu kantong berisi serangga seharga 5 bht. Kapan lagi makan belalang tempur yang dalam kategori Halal.
Awalnya sempat shock liat semprotan minyak ke dalam kerumunan makhluk mungil berkaki banyak ini. Aku tak tahu bumbu apa yang ada di dalamnya. Yang pasti baunya tidak enak. Dan itu adalah bumbu penyedapnya. Ternyata hanya cukup satu gigitan, dan langsung keluar semua isi perutku.
Tidak Enak.
Benar sekali, jikalau serangga itu menimbulkan suara kriuk saat di gigit. Ku tak berhasil menemukan kebahagian dalam gigitan pertama, selanjutnya terserah anda.